Dasar Akuntansi

Setiap orang harus melakukan tindakan tertentu agar dapat mencapai tujuan. Biasanya terdapat beberapa alternatif untuk dapat mencapai tujuan tersebut dan orang itu harus memilih salah satunya. Orang memang sering harus terlibat dengan proses pengambilan keputusan (decision making). Agar dapat mengambil keputusan biasanya orang memerlukan informasi yang dapat menyakinkannya bahwa harapan-harapannya mendapat cukup kepastian untuk terealisasi. Salah satu informasi penting dalam dunia usaha maupun kehidupan sehari-hari adalah informasi keuangan. Informasi keuangan diperoleh dari proses akuntansi.

Pengertian Dasar Akuntansi

Akuntasi kini telah menjadi bagian dari kehidupan bisnis dan pemeritahan. Salah satu sebab pesatnya perkembangan pengetahuan akuntansi adalah meningkatnya kebutuhan akan pengelolaan operasi perusahaan dan pertanggung-jawaban keuangan. Dalam hal ini akuntansi telah menjadi perangkat pengetahuan yang sekaligus menjadi bagian penting dari kehidupan bisnis.

Kata akuntansi berasal dari kata bahasa Inggris, to account, yang berarti memperhitungkan atau mempertanggungjawabkan. Kata akuntansi sebenarnya diserap dari kata accountancy yang berarti hal-hal accountant (akuntan) atau bersangkutan dengan hal-hal yang dikerjakan oleh akuntan dalam menjalankan profesinya. Sebagai bidang pengetahuan, istilah umum yang digunakan adalah accounting yang mempunyai pengertian lebih luas daripada accountancy (yang lebih berkaitan dengan profesi atau implementasi pengetahuan akuntansi).

Akuntansi berkaitan erat dengan informasi keuangan. Badan yang berwenang dan beberapa ahli memberi pengertian yang berbeda, bergantung sudut pandang dan penekanan yang mereka anut. Definisi resmi yang mula-mula diajukan adalah definisi yang dimuat Accounting  Terminology Bulletin no. 1 yang diterbitkan oleh Accounting Principles Board (APB), yaitu suatu komite penyusunan prinsip akuntansi yang dibentuk oleh American Institute of Certified Public Accountant(AICPA). Komite tersebut mendefinisi akuntansi sebagai berikut  : “Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan dan peringkasan transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara yang berdaya guna dan dalam bentuk satuan uang dan penginterpretasian hasil proses tersebut.”

Pengertian seni dalam definisi tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa akuntansi bukan merupakan ilmu pengetahuan eksakta atau sain karena proses penalaran dan perancangan akuntansi banyak melibatkan unsur pertimbangan (judgment). Seni dalam definisi di atas lebih mempunyai konotasi sebagai kerajinan dan keterampilan atau pengetahuan terapan yang isi dan strukturnya disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai suatu tujuan. Pengertian seni mengacu pada keahlian untuk memilih (prinsip, metode dan teknik) yang sesuai kebutuhan dan selera yang menggunakan akuntansi. Lagipula akuntansi merupakan suatu alat yang bentuk dan isinya sangat bergantung pada kondisi lingkungan dimana akuntansi itu diterapkan.

Beberapa pengertian lain mengenai akuntansi, yaitu :

“ Akuntansi adalah suatu sistem yang mengukur aktivitas-aktivitas bisnis, memproses informasi tersebut ke dalam bentuk laporan dan mengomunikasikannya kepada para pengambil keputusan ”

“ Akuntansi adalah suatu proses pencatatan, pengolongan, peringkasan dan pelaporan atas transaksi keuangan perusahaan serta implementasinya ”

Dari pengertian akuntansi tersebut maka ada beberapa langkah untuk proses yang harus dijalankan, yaitu :

  1. Pencatatan

Proses awal kegiatan akuntansi adalah mencatat semua kegiatan keuangan sehari-hari atau yang disebut transaksi ke dalam bukti-bukti transaksi. Bukti-bukti transaksi bisa berupa kuintansi, faktur pembelian, bukti pengeluaran, bukti penerimaan dan bukti-bukti transaksi yang lain. Bukti transaksi ini yang menjadi pegangan untuk proses akuntansi selanjutnya.

  1. Penggolongan

Transaksi yang terjadi di suatu perusahaan bisa puluhan kali, ratusan kali, bahkan ribuan kali setiap hari dengan berbagai jenis transaksi tergantung besar kecilnya perusahaan. Perusahaan kecil biasanya tidak banyak bertransaksi untuk setiap harinya, sementara perusahaan besar mungkin melakukan transaksi puluhan atau bahkan ratusan kali. Setiap transaksi keuangan yang telah dicatat dalam bukti transaksi kemudian digolong-golongkan ke dalam rekening-rekening yang telah disediakan. Setiap transaksi paling tidak melibatkan dua rekening. Kegiatan ini menggolongkan transaksi ke dalam rekening jurnal.

  1. Peringkasan

Setiap bukti transaksi akan digolong-golongkan ke masing-masing rekening yang terpengaruhi. Karena transaksi yang terjadi sangat banyak dan banyak pula yang sejenis maka rekening-rekening yang sama akan dijadikan satu melalui proses peringkasan. Hasil dari proses peringkasan ini ditulis dalam buku besar.

Buku besar merupakan kumpulan dari rekening-rekening yang ada dalam perusahaan. Proses pemindahan dari jurnal ke  buku besar disebut posting.

  1. Pelaporan

Dari buku besar itu kemudian akan disusun laporan keuangan melalui proses yang disebut pelaporan. Hasil dari proses pelaporan adalah laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laporan rugi-laba.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s